Seoul, Korea Selatan – Upaya meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri terus dilakukan melalui kegiatan Pelatihan Kewirausahaan Digital untuk Menumbuhkan Pola Pikir Kewirausahaan (Entrepreneurial Mindset) yang diselenggarakan pada Minggu, 24 Mei 2026, di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul. Kegiatan yang berlangsung secara luring mulai pukul 10.30 KST ini merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Negeri Jakarta, KBRI Seoul dan Universitas Terbuka Korea. Pelatihan dihadiri oleh 26 PMI dari sektor manufaktur serta perwakilan KBRI Seoul yang memberikan dukungan terhadap pengembangan kompetensi kewirausahaan masyarakat Indonesia di Korea Selatan. Acara dibuka oleh perwakilan KBRI Seoul, dilanjutkan dengan sambutan Ketua Panitia dari BEM Universitas Terbuka Korea yang menegaskan pentingnya membangun kesiapan PMI dalam menghadapi tantangan ekonomi di era digital.

Setelah pembukaan dan penyerahan plakat penghargaan kepada narasumber, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Dr. Irwanto, M.Pd. Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh wawasan mengenai perkembangan kewirausahaan digital, pemanfaatan teknologi untuk menciptakan peluang usaha, serta pentingnya membangun pola pikir kewirausahaan. Materi dirancang tidak hanya untuk memperkenalkan konsep-konsep kewirausahaan, tetapi juga untuk memberikan gambaran nyata mengenai berbagai peluang bisnis yang dapat dikembangkan melalui platform digital. Peserta diajak memahami bagaimana teknologi dapat menjadi sarana untuk memperluas akses pasar, meningkatkan efisiensi usaha, dan menciptakan nilai tambah.

Untuk meningkatkan keterlibatan peserta, pelatihan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui studi kasus, diskusi kelompok, dan peer instruction. Peserta diberikan kesempatan untuk mengidentifikasi peluang usaha yang relevan dengan pengalaman, keterampilan, dan sumber daya yang mereka miliki. Selain itu, mereka juga dibimbing dalam menyusun rancangan bisnis serta melakukan analisis dasar terhadap kelayakan usaha menggunakan indikator finansial seperti break-even point (BEP) dan payback period (PP). Dalam kerja kelompok, peserta mengembangkan ide usaha yang berpotensi diterapkan baik selama berada di Korea Selatan maupun setelah kembali ke Indonesia, kemudian mempresentasikan hasil perencanaan tersebut untuk memperoleh masukan dari peserta lainnya.

Antusiasme peserta terlihat selama sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif hingga akhir kegiatan. Berbagai pertanyaan terkait strategi pemasaran digital, pengelolaan usaha berbasis teknologi, hingga peluang bisnis bagi PMI menjadi topik yang banyak dibahas. Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan door prize kepada tiga peserta dengan pertanyaan terbaik sebelum acara resmi ditutup. Melalui kegiatan ini, diharapkan para PMI tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang kewirausahaan digital, tetapi juga memiliki kepercayaan diri dan pola pikir kewirausahaan yang dapat mendorong terciptanya usaha-usaha produktif di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *